PENDIDIKAN. LUAR BIASA (ORTOPEDAGOGIK) Anak – Anak dengan Autisme

Istilah Autisme berasal dari kata “Autos” yang berarti diri sendiri “Isme” yang berarti suatu aliran. Berarti suatu paham yang tertarik hanya pada
dunianya sendiri. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Autisme adalah gejala menutup diri sendiri secara total, dan tidak mau berhubungan lagi dengan dunia luar, merupakan gangguan perkembangan yang komplek, mempengaruhi perilaku, dengan akibat kekurangan kemampuan komunikasi, hubungan sosial dan emosional dengan orang lain dan tidak tergantung dari ras, suku, strata-ekonomi, strata sosial, tingkat pendidikan, geografis tempat tinggal, maupun jenis makanan.
Faktor penyebab gangguan autis belum diketahui dengan pasti sehingga muncul berbagai macam dugaan. Beberapa faktor penyebab autis yang disimpulkan oleh beberapa ahli antara lain: gangguan pada cerebellum, gangguan pada lobus parietalis, faktor genetika, kerusakan syaraf, kromosom x-rapuh (fragile x chromosome), vaksinasi masa kanak-kanak (teori yang kontraversial), dan teori baru.
Cara mengendalikan autisme dapat dilakukan dengan, pertama mendeteksi dini usia autisme dan yang kedua dengan mengenali autisme.
Karakteristik fisik dari anak-anak dengan autisme sama dengan orang normal. Mereka terlihat normal dan memiliki segala sesuatu dalam tubuh mereka bahwa seorang anak akan normal. Namun, mereka tidak menunjukkan pola perilaku yang sama fisik. Dan anak autistik mempunyai masalah/gangguan dalam bidang komunikasi, interaksi sosial, gangguan sensoris, pola bermain, perilaku, emosi.
Autisme dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian berdasarkan gejalanya yaitu : autisme ringan, autisme sedang, dan autisme berat. Klasifikasi Autisme berdasarkan perbedaan masing-masing anak, maka autisme dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu autisme persepsi, utisme reaksi, dan autisme yang timbul kemudian.
Strategi pembelajaran yang telah ditemukan dan efektif bagi anak-anak dengan autisme. Salah satunya adalah Primming, Discrete Trial Training, dan Prompting. Selain itu penanganan untuk anak autis dapat pula dilakukan dengan memodifikasi perilaku, dengan menerapkan modifikasi perilaku untuk mengendalikan dan membimbing anak yang mengalami gangguan autis. Untuk menangani anak yang mengalami autisme, dapat juga dilakukan dengan cara terapi misalnya; komunikasi dan persoalan-persolan perilaku. Treatment yang komprehensif umumnya meliputi; Terapi Wicara (Speech Therapy), Okupasi Terapi (Occupational Therapy) dan Applied Behavior Analisis (ABA) untuk mengubah serta memodifikasi perilaku. Selain itu, terdapat pula pendekatan terapi lainnya bagi anak autisme, yaitu: Terapi dengan Pendekatan Psikodinamis, Terapi dengan Intervensi Behavioral, dan Intervensi Biologis.
• E. Koeswara. 1991. Teori-Teori Kepribadian. Bandung: PT Eresco Grandin,
• Knoers dan Siti Rahayu Haditono. 1998. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
• Joko Yuwono. 2009. Memahami Anak Autistik (Kajian Teoritik dan Empirik). Bandung: Alfabeta, CV.
• Pamuji. 2007. Model Terapi Terpadu Bagi Anak Autisme. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
• Sujarwo, Djadja Raharja. 2010. Pengantar Pendidikan Luar Biasa (Orthopedagogik). UD.MAPAN.
http://josephadrian.wordpress.com/2008/08/20/autisme/
http://www.duniapsikologi.com/autisme-pengertian-dan-definisinya/
http://www.autis.info/index.php/artikel-makalah/makalah/151-penanganan-masalah-belajar-anak-autisme-melalui-pendidikan-integrasi
http://joys-inspiration.blogspot.com/2011/02/faktor-faktor-penyebab-autis.html
http://pratamadedi.blogspot.com/2010/03/klasifikasi-autis.html
http://puterakembara.org/archives3/00000029.shtml
http://itohpsi.wordpress.com/2011/11/26/penyebab-autis/

ANAK BERKESULITAN BELAJAR

Kesulitan belajar atau learning disabilities merupakan istilah generik yang merujuk kepada keragaman kelompok yang mengalami gangguan dimana gangguan tersebut/ diwujudkan dalam kesulitan-kesulitan yang signifikan yang dapat menimbulkan ganguan proses belajar.
Karakteristik secara umum anak kesulitan belajar antara lain : (1) Memiliki kelemahan dalam berpikir dan menerima materi atau stimulus yang diberikan oleh guru, (2) Intelegensinya dibawah rata-rata, (3) Tidak menunjukan peningkatan prestasi, (4) Lebih cenderung menyendiri, cuek dan pemalu, (5) Jika dihadapkan dengan sebuah pertanyaan atau soal cenderung tidak bisa menjawab atau lambat, (6) Tidur didalam kelas, (6) Tidak aktif, (7) Nyontek pekerjaan teman, (8) Tidak naik kelas.
Prosedur identifikasi dan metode pengajaran yang digunakan untuk murid yang mengalami tuna cakap belajar,memiliki prinsip-prinsip dasar evaluasi yang perlu dipahami para guru.prinsip-prinsip dasar tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tes atau teknik evaluasi lain harus diberikan dalam bahasa unik,dapat dipahami oleh anak.
2. Tidak ada prosedur tunggal yang bisa digunakan untuk menentukan program pendidikan yang layak bagi anak berkesulitan belajar.
3. Evaluasi harus dilakukan oleh tim dari berbagai disilpin,setidak-tidaknya terdiri atas seorang guru atau ahli yang lain yang mengetahui masalah berkesulitan belajar.
Terdapat dua dasar layanan bimbingan yang dapat dikembangkan secara terpadu dengan proses pembelajaran dalam upaya membantu murid tuna cakap belajar. Yaitu :
1. Layanan remediasi
Terfokus kepada upaya menyembuhkan, mengurangi, atau jika mungkin rnenghilangkan kesulitan. Dalam layanan ini murid dibantu untuk mengatasi kekurangan dalam keterampilan perseptual maupun kecakapan dasar berbahasa, sehingga dia dilengkapi dengan keterampilan yang dapat menjadikannya mampu memperoleh kemajuan dalam kondisi pembelajaran normal. Dengan kata lain, remediasi ini mengubah dan memperbaiki keterampilan murid sehingga dia dapat belajar dalam kondisi normal dan tidak perlu menyiapkan kondisi sekolah khusus.
2. Layanan kompensasi
Yaitu mengembangkan komisi pembelajaran khusus luar kondisi yang normal atau baku yang memungkinkan murid memperoleh kemajuan yang memuaskan dalam keadaan kekurangterampilan perseptual dan bahasa.
3. Prevensi
Langkah pertama dalam prevensi adalah mengidentifikasi murid sebelum dia mengalami kesulitan atau ketunacakapan belajar di sekolah.


Abdurrahman Mulyono. 1995. Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta. Depdikbud
Kartadinata,Sunaryo dkk. 1999. Bimbingan di Sekolah Dasar. Bandung: Depdikbud.
Parera. 1990. Morfologi. Jakarta : Gramedia.
http://www.kosmaext2010.com/psikologi-belajar-kesulitan-belajar-dan-cara-mengatasinya.php
http://dokterai.com/2011/11/03/bagaimana-penanganan-gangguan-kesulitan-belajar-pada-anak/
http://ekookdamezs.blogspot.com/2010/03/penanganan-anak-sulit-belajar.html

PENDIDIKAN BAGI ANAK CERDAS ISTIMEWA DAN BAKAT ISTIMEWA

Dasar Formal dan Empirik Pelaksanaan Bimbingan bagi Murid Cerdas dan Berbakat
GBHN 1993 telah mengamanatkan bahwa “anak didik berbakat istimewa perlu mendapat perhatian khusus agar mereka dapat mengembangkan kemampuan sesuai dengan tingkat pertumbuhan pribadinya.” Selain itu UU No. 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SPN) Pasal 8 Ayat (2) juga menyatakan bahwa “… warga negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa berhak memperoleh perhatian Pendidikan Dasar menekankan khusus.” Lebih khusus lagi kurikulum bagi murid yang memiliki perlunya pelayanan bimbingan dan konseling kemampuan dan kecerdasan luar biasa (Depdikbud, 1993b)

Pengertian Murid Cerdas dan Berbakat
Anak cerdas berbakat adalah mereka yang memiliki kemampuan luar biasa yang sudah melekat dari dalam diri sejak lahir yang melliputi kemampuan intelektual, akademik, kretif dan produktif, kemamapuan dalam salah satu bidang seni dan psikomotor yang dalam pengembangan kemampuan-kemampuan tersebut secara optimal diperlukan pelayanan pendidikan yang khusus.

Kebutuhan dan Karakteristik Murid Cerdas dan Berbakat
Secara kualitatif anak murid cerdas dan berbakat menunjukkan karasteristik yang berbeda dari anak normal dalam aspek kognitif, afektif, sensasi fisik, intuisi, dan kemasyarakatan. Dalam upaya mengembangkan model program pendidikan yang kondusif bagi anak murid cerdas dan berbakat, perlu dilakukan analisis kebutuhan dan permasalahan perkembangan yang mungkin muncul dari aspek-aspek yang disebutkan di atas serta implikasinya bagi pengembangan program pendidikan.

Cara Mengidentifikasi Murid Cerdas dan Berbakat
Identifikasi anak cerdas berbakat melalui tiga tahapan yaitu (1) penjaringan (screening), dan (2) tahap seleksi (identification).

Permasalahan-Permasalahan yang Dialami Anak Berbakat
o Cepat sekali menagkap ilmu yang diajarkan sehingga gampang merasa kesal jika menghadapi orang yang tidak sepaham dengannya.
o Kemampuan bahasa mereka biasanya juga di atas rata-rata, membuat mereka mendominasi pembicaraan dan sulit mendengarkan orang lain.
o Perkembangan pikiran mereka lebih cepat berkembang daripada perkembangan emosinya.
o Anak berbakat seringkali lebih suka bergaul dengan anak-anak yang lebih tua usianya.

Penyelenggaraan Pendidikan bagi Murid Cerdas dan Berbakat
Penyelenggaraan pendidikan bagimurid cerdas dan berbakat meliputi (1) Akselerasi (Acceleration), Pengayaan (Enrichment), (3) Kelas Khusus atau Ability Grouping dan (4) Bimbingan Konseling.

Teknik Bimbingan bagi Murid Cerdas dan Berbakat
Layanan bimbingan bagi murid cerdas dan berbakat tidak diarahkan kepada layanan yang bersifat eksklusif melainkan dikembangkan secara terpadu di dalam sistem bimbingan yang ada.

Penyelenggaraan Kelas Unggulan sebagai Model Bimbingan bagi Murid Cerdas dan Berbakat
Kelas unggulan adalah kelas yang terdiri atas sejumlah siswa yang karena prestasinya menonjol dikelompokkan di kelas tertentu pada SD Inti (Depdikbud,1996).Program pengajaran pada kelas unggulan adalah program pengajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku ditambah dengan pendalaman materi Matematika/Berhitung dan IPA serta pelajaran Bahasa Inggris.

Kartadinata, Sunaryo, dkk. 1998. Bimbingan di Sekolah Dasar. Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Nursalim, Mochamad. 2007. Psikologi Pendidikan. Surabaya: Unesa UniversityPress.

mendalami ilmu pendidikan luar biasa dan berbagai macam karak anak berkebutuhan khusus

pendidikan luar biasa merupakan pendidikan yang di mana mereka mengenyam ilmu yang mendalami antara karakteristik anak normal dan tidak normal mulai dari kecil hingga dia menjelang dewasa disini kita akan belajar menjadi manusia yang normal itu seperti apa pada hakekat nya dan orang tidak nornal itu seperti apa pada hakekat mari kita mengkaji bersama –sama mengenai mata kuliah pediatri dan ortopedagogik anak luar biasa pada mata kuliah ortopedaghogik anak luar biasa ini terdiri dari anak tunanetra ,anak tunarungu ,anak tunagrahita.pediatri yaitu ilmu yang mengkaji mengenai ilmu kesehatan tentang tumbuh kembang anak dari situ kita dapat membedahkan mana anak yang masuk kategori anak normal dan katagori anak yang tidak normal.
http://blog.elearning.unesa.ac.id/anggraeni-febri-haryati/mendalami-ilmu-pendidikan-luar-biasa-dan-berbagai-macam-karak-anak-berkebutuhan-khusus

mendalami ilmu pendidikan luar biasa dan berbagai macam karakter anak berkebutuhan khusus

pendidikan luar biasa merupakan pendidikan yang di mana mereka mengenyam ilmu yang mendalami antara karakteristik anak normal dan tidak normal mulai dari kecil hingga dia menjelang dewasa disini kita akan belajar menjadi manusia yang normal itu seperti apa pada hakekat nya dan orang tidak nornal itu seperti apa pada hakekat mari kita mengkaji bersama –sama mengenai ortopedagogik anak luar biasa pada ilmu ortopedaghogik anak luar biasa ini terdiri dari anak tunanetra ,anak tunarungu ,anak tunagrahita.pediatri yaitu ilmu yang mengkaji mengenai ilmu kesehatan tentang tumbuh kembang anak dari situ kita dapat membedahkan mana anak yang masuk kategori anak normal dan katagori anak yang tidak normal.

orang yang normal adalah orang yang di mana pada saat bayi baru lahir dia pada posisi yang sewajar nya seperti contoh bayi yang baru lahir langsung menanggis dan pada tahapan -tahapan usia tertentu dia dapat melakukan aktivitas nya sehari –hari tanpa ada kendala satu pun seperti contoh pada saat dia usia 1 tahun dia bisa berjalan tanpa bantuan dari orang lain ,pada saat dia usia 2 tahun dia sudah bisa berbicara seperti dia memanggil ayah ,adik dan ibu bukan itu saja dia juga bisa mengucap kata kata makan ,minum dan lain sebagai nya, dan orang tidak normal yaitu di mana pada saat bayi baru lahir dia pada posisi yang tidak sewajarnya seperti contoh bayi yang baru lahir tidak dapat langsung menangis dia bisa nangis membutuhkan waktu beberapa lama ,pada saat proses kelahirannya ia pun pernah masuk dalam akubator dia dalam melakukan tahapan –tahapan masa pertumbuhan dan perkembangan dia pun mengalami hambatan yang diderita oleh anak tersebut seperti hambatan di dalam berkomunikasi terhadap orang lain , hambatan penglihatan , hambatan berpikir , hambatan berjalan dan hambatan berinteraksi hambatan yang di derita oleh anak tidak normal itu sebab kan oleh faktor –faktor tertentu diantara yaitu :ditarik dari garis keturunan ,terkena virus hewan dan terkena logam dan lain sebagai nya justru anak tidak normal tersebut dapat di deteksi mulai sejak dini.

ortopedagogik anak luar biasa yaitu ilmu yang mengkaji mengenai tentang karakteristik anak luar biasa dan bagaimana cara kita memperlakuan anak luar biasa tersebut seperti anak normal masing –masing anak luar biasa cara meperlakukan nya tidak sama tergantung dengan jenis ketunaan nya yang dia alami masing anak luar biasa mempunyai kelebihan yang di mana orang normal tidak mempunyai nya di antara nya:anak tunanetra pada dasar nya di bagi menjadi 2 type yaitu low fisen dan total dia mempunyai hambatan pada penglihatannya tapi pada tingkatan iq nya dia sama seperti orang normal untuk dapat mengukapkan isi hati nya anak tunanetra tidak dapat menulis dengan huruf awas dan sebagai penggantinya agar anak tunanetra dapat mengungkapkan isi hati nya pada orang lain dia menulis dengan menggunakan huruf braile dan program joss dari situlah anak tunanetra dapat mengukapkan isi hati nya .anak tunarungu pada dasar nya anak yang mengalami hambatan pada pendengarannya anak tunarungu ini dapat disebut dengan istilah anak tuna wicara anak tuna rungu ini pada dasar nya di bagi menjadi 3 type yaitu tunarungu ringan (), tunarungu sedang()dan tunarungu berat () masing type ini mempunyai kekuatan untuk menangkap suara orang satuan untuk menangkap suara oarang yaitu debil . nama alat bantu dengar yaitu hearing anak tunarungu untuk dapat menakap perintah dari orang lain dengan mengunakan huruf tegak bersambung dari situlah dia baru bisa menjalankan perintah yang di berikan kepada bapak ibu guru nya dan anak tunarungu apabila bercengkerama dengan teman sebaya nya dia menggunakan bahasa isyarat yaitu bahasa yang menggunakan 5 jari yang membentuk suatu huruf dan jarang sekali para pendidik mengajar pada siswa nya menggunakan bahasa isyarat melainkan para pendidik menggunakan bahasa oral juga dapat disebut dengan istilah bahasa bibir .anak tunagrahita pada dasarnaya anak yang mengalami hambatan pada intelektualnya anak tunagrahita ini dapat disebut dengan istilah mental retardasion anak tunagrahita ini memiliki 3 type yaitu tunagrahita ringan dapat disebut dengan istilah (debil ) tunagrahita sedang dapat di sebut dengan istilah (indebil ) dan sedangkan tunagrahita berat dapat disebut dengan istilah (idiot) rata –rata iq masing –masing type ini berbeda –beda anak tunagrahita ringan rata-rata iq sekitar (70-55) anak tunagrahita sedang rata-rata iq sekitar (55-40)dan anak tunagrahita berat rata –rata iq nya sekitar (40-22)masing –masing anak tuna grahita memiliki karakteristik diantara nya yaitu tunagrahita ringan : 1.dapar berkomunikasi dengan orang awam tanpa ada hambatan sama sekali ,fisik nya tidak ada satu pun yang cacat seperti layak nya orang normal ,ia mampu dalam bidang akademik dan non akademik ,di masih dapat untuk menafkai diri nya sendiri kelak kalau ia sudah dewasa( seperti menjadi jukir ,spg dan lain –lain ) ,tuna grahita sedang memiliki karakteristik diantaranya yaitu : tidak dapat berkomunikasi dengan jelas selayaknya orang normal hanya orang –orang tertentu saja yang dapat mengerti arti dari komunikasi nya ,wajah nya mongoloid , dia hanya mampu dalam bidang non akademik melainkan di dalam bidang non akademik ia mengalami kesukaran ia kelak kalau sudah dewasa ia dapat menafkai diri nya sendiri tanpa merepotkan orang lain (seperti pembantu rumah tangga )dan tunagrahita berat memiliki karakteristik diantara nya yaitu : ia tidak mampu di bidang akademik dan non akademik ,dia dapat berinteraksi dengan orang lain dengan menggunakan bahasa isyarat mata apabila ia lapar ia berinteraksi dengan orang lain dengan cara mengangis dengan begitu orang yang awas tahu bahwasan nya anak itu lapar rata –rata anak tunagrahita berat ini tidak dapat bertahan hidup lebih lama di karena anak tunagrahita berat mudah sekali anggota tubuh nya terserang penyakit .pada anak tuna grahita terdapat program khusus yang harus di buwat yaitu adalah program bina diri adalah program yang dimana di buwat khusus untuk anak tunagrahita tujuan khusus program tersebut dibuwat agar anak tersebut dapat hidup mandiri tanpa merepotkan orang lain.

JENIS-JENIS ANAK LUAR BIASA

Dalam Petunjuk Praktis Penyelenggaraan Sekolah Luar Biasa dikemuka-kan bahwa klasifikasi anak-anak luar biasa tidak semudah apa yang kita sangka, sebab seorang anak dapat mengalami penyimpangan-penyimpangan ganda sebagai akibat dari sebuah kelainan. Misalnya, seorang anak mengalami kelainan otak, dan manifestasi dari kelainan itu ternyata adalah menghambat perkembangan inteleknya. Anak yang lain yang mengalami kelainan pada otak, ternyata hanya menderita tuna wicara saja. Kemudian kita masih dihadapkan pada perbedaan gradual. Jadi, di antara anak-anak yang buta, terdapat mereka yang masih melihat cahaya, ada yang masih dapat melihat obyek-obyek besar, dan sebaliknya ada pula yang sama sekali tidak dapat melihat. Lebih lanjut diamati juga perbedaan gradual pada anak-anak yang mengalami hambatanhambatan mental. Misalnya, ada yang “perlu rawat“ yaitu mereka yang tidak dapat dilatih untuk sesuatu kecakapan tertentu. Anak-anak ini dikenal dengan sebutan “idiot”. Mereka yang ada di atas tingkatan idiot adalah mereka yang disebut “embisil”. Mereka itu anak-anak “mampu latih” yang masih dapat dilatih untuk menjaga dan merawat diri sendiri. Anak-anak yang “debil” mempunyai kemampuan mental di atas anak-anak embisil, tetapi masih terlalu jauh dari anak-anak normal. Mereka itu ialah anak-anak “mampu didik”. Menurut Mohamad Amin (1992) dalam Seminar Nasional Pengembangan PLB di
Indonesia, klasifikasi anak luar biasa yang hingga kini masih memiliki nilai-nilai praktis penyelenggaraan yang tinggi, adalah sebagai berikut:
1) Bagian A – Pendidikan bagi anak tunanetra
2) Bagian B – Pendidikan bagi anak tunarungu
3) Bagian C – Pendidikan bagi anak tunagrahita
4) Bagian D – Pendidikan bagi anak tunadaksa
5) Bagian E – Pendidikan bagi anak tunalaras, yaitu anak-anak yang sukar menyesuaikan diri (maladjusted), dan anak-anak nakal (delinquent).
6) Bagian G – Pendidikan bagi anak tunaganda
Sebab-sebab keluarbiasaan
Seperti telah dijelaskan pada bagian Ortopedagogik, sebab-sebab keluar-biasaan untuk dapat ditinjau dari segi waktu kejadiannya, yakni prenatal (masa dalam kandungan), natal (masa kelahiran) dan post natal (masa setelah kelahiran). Namun demikian, terdapat pula faktor- faktor keturunan yang disebut juga faktor endogeen atau tropographical causes dan faktor-faktor perolehan atau disebut juga faktor exogeen atau etiological causes (Meiyani, 1990).
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/196205121988032-NENI_MEIYANI/7-Ulasan/OrtoPedagogik.pdf

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN ORTOPEDAGOGIK DENGAN PENDIDIKAN LUAR BIASA

Ortopedagogik dan pendidikan luar biasa tentunya memiliki perbedaan dan persamaan, namun pada prinsipnya keduanya tidak jauh berbeda. Bahkan dalam hal-hal tertentu memiliki banyak persamaan. Sebelum dibahas tentang persamaan dan perbedaan antara Ortopedagogik dan Pendidikan Luar Biasa, terlebih dahulu akan diuraikan pengertian dari masing-masing istilah tersebut.
A. Ortopedagogik
Secara etimologis Ortopedagogik berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari tiga buah kata, yaitu pertama kata orto, yang berasal dari kata orthos yang berarti lurus, baik, atau sehat. Kata kedua peda yang berasal dari kata paeda yang berarti anak; dan yang ketiga agogik yang berasal dari kata agogos yang berarti pendidikan. Jadi, ortopedagogik dapat diratikan sebagai ilmu pengetahuan yang membahas pendidikan yang diberikan untuk membantu pendidikan anak luar biasa. Ortopedagogik meliputi berbagai hal di antaranya:
1. Pemahaman anak luar biasa termasuk jenis-jenisnya.
2. Sebab-sebab keluarbiasaan
3. Ortopedagogik sebagai ilmu
4. Landasan dan tujuan
5. Pengembangan instruksional
Lebih jauh akan dijelaskan secara ringkas dari masing-masing cakupan:
1. Pemahaman Anak Luar Biasa
a. Istilah
Banyak terdapat istilah untuk menyatakan bahwa seseorang adalah luar biasa. Secara umum istilah tersebut misalnya anak cacat, anak abnormal, anak berke-kurangan, dan anak khusus. Anak luar biasa mencakup anak-anak yang kehilangan atau mengalami penurunan fungsi organ, yang mengalami masalah belajar atau masalah tingkah laku, dan yang mempunyai keistimewaan intelek. Bedanya dari anak normal ialah mereka untuk memenuhi kebutuhannya memerlukan pendidikan luar biasa yang terprogram secara perorangan. Istilah-istilah di atas memiliki kaitan dengan istilah-istilah disability, impairment, handicap, dan at risk, yaitu:
1) disability: menurunnya fungsi atau hilangnya salah satu organ. Kalau tidak mengakibatkan permasalahan, disability tidak disebut handicap.
2) impairment: sinonim dengan disability
3) handicap: disability yang mengakibatkan masalah dalam interaksi dengan
lingkungan; istilah ini tidak mencakup yang gifted dan yang berbakat.
4) at risk: kemungkinan akan menjadi handicap.
b. Jenis-jenis anak luar biasa.
Penggolongan anak luar biasa didasarkan pada hal-hal sebagai berikut:
1) kelainan fisik, yang terdiri dari:
a) Kelainan penglihatan (tunanera)
b) Kelainan pendengaran/bicara(tunarungu wicara)
c) Cacat tubuh (tuna daksa)
2) Kelainan mental, yang terdiri dari:
a) Golongan cerdas
b) Golongan terbelakang mental (tuna grahita)
3) Kelainan sosial, yang biasa disebut tuna laras
2. Ortopedagogik sebagai ilmu
Ortopedagogik dapat disebut sebagai ilmu yang berdiri sendiri, karena telah memenuhi syarat-syarat suatu disiplin ilmu, yakni obyek materil, obyek formal, dan metoda sendiri. Obyek materil Ortopedagogik memiliki: tujuan pendidikan, proses pendidikan, materi pelajaran dengan metode penyampaiannya, anak didik, hubungan pendidikan dengan anak didik, dan sebagainya. Obyek formal Ortopedagogik yaitu anak luar biasa, yang memiliki kelainan atau masalah sedemikian rupa sehingga membutuhkan pelayanan pendidikan khusus. Metode Ortopedagogik menjamin sampainya hak pendidikan kepada pemiliknya yaitu anak luar biasa.
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/196205121988032-NENI_MEIYANI/7-Ulasan/OrtoPedagogik.pdf