PERBEDAAN DAN PERSAMAAN ORTOPEDAGOGIK DENGAN PENDIDIKAN LUAR BIASA

Ortopedagogik dan pendidikan luar biasa tentunya memiliki perbedaan dan persamaan, namun pada prinsipnya keduanya tidak jauh berbeda. Bahkan dalam hal-hal tertentu memiliki banyak persamaan. Sebelum dibahas tentang persamaan dan perbedaan antara Ortopedagogik dan Pendidikan Luar Biasa, terlebih dahulu akan diuraikan pengertian dari masing-masing istilah tersebut.
A. Ortopedagogik
Secara etimologis Ortopedagogik berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari tiga buah kata, yaitu pertama kata orto, yang berasal dari kata orthos yang berarti lurus, baik, atau sehat. Kata kedua peda yang berasal dari kata paeda yang berarti anak; dan yang ketiga agogik yang berasal dari kata agogos yang berarti pendidikan. Jadi, ortopedagogik dapat diratikan sebagai ilmu pengetahuan yang membahas pendidikan yang diberikan untuk membantu pendidikan anak luar biasa. Ortopedagogik meliputi berbagai hal di antaranya:
1. Pemahaman anak luar biasa termasuk jenis-jenisnya.
2. Sebab-sebab keluarbiasaan
3. Ortopedagogik sebagai ilmu
4. Landasan dan tujuan
5. Pengembangan instruksional
Lebih jauh akan dijelaskan secara ringkas dari masing-masing cakupan:
1. Pemahaman Anak Luar Biasa
a. Istilah
Banyak terdapat istilah untuk menyatakan bahwa seseorang adalah luar biasa. Secara umum istilah tersebut misalnya anak cacat, anak abnormal, anak berke-kurangan, dan anak khusus. Anak luar biasa mencakup anak-anak yang kehilangan atau mengalami penurunan fungsi organ, yang mengalami masalah belajar atau masalah tingkah laku, dan yang mempunyai keistimewaan intelek. Bedanya dari anak normal ialah mereka untuk memenuhi kebutuhannya memerlukan pendidikan luar biasa yang terprogram secara perorangan. Istilah-istilah di atas memiliki kaitan dengan istilah-istilah disability, impairment, handicap, dan at risk, yaitu:
1) disability: menurunnya fungsi atau hilangnya salah satu organ. Kalau tidak mengakibatkan permasalahan, disability tidak disebut handicap.
2) impairment: sinonim dengan disability
3) handicap: disability yang mengakibatkan masalah dalam interaksi dengan
lingkungan; istilah ini tidak mencakup yang gifted dan yang berbakat.
4) at risk: kemungkinan akan menjadi handicap.
b. Jenis-jenis anak luar biasa.
Penggolongan anak luar biasa didasarkan pada hal-hal sebagai berikut:
1) kelainan fisik, yang terdiri dari:
a) Kelainan penglihatan (tunanera)
b) Kelainan pendengaran/bicara(tunarungu wicara)
c) Cacat tubuh (tuna daksa)
2) Kelainan mental, yang terdiri dari:
a) Golongan cerdas
b) Golongan terbelakang mental (tuna grahita)
3) Kelainan sosial, yang biasa disebut tuna laras
2. Ortopedagogik sebagai ilmu
Ortopedagogik dapat disebut sebagai ilmu yang berdiri sendiri, karena telah memenuhi syarat-syarat suatu disiplin ilmu, yakni obyek materil, obyek formal, dan metoda sendiri. Obyek materil Ortopedagogik memiliki: tujuan pendidikan, proses pendidikan, materi pelajaran dengan metode penyampaiannya, anak didik, hubungan pendidikan dengan anak didik, dan sebagainya. Obyek formal Ortopedagogik yaitu anak luar biasa, yang memiliki kelainan atau masalah sedemikian rupa sehingga membutuhkan pelayanan pendidikan khusus. Metode Ortopedagogik menjamin sampainya hak pendidikan kepada pemiliknya yaitu anak luar biasa.
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/196205121988032-NENI_MEIYANI/7-Ulasan/OrtoPedagogik.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s