ANAK BERKESULITAN BELAJAR

Kesulitan belajar atau learning disabilities merupakan istilah generik yang merujuk kepada keragaman kelompok yang mengalami gangguan dimana gangguan tersebut/ diwujudkan dalam kesulitan-kesulitan yang signifikan yang dapat menimbulkan ganguan proses belajar.
Karakteristik secara umum anak kesulitan belajar antara lain : (1) Memiliki kelemahan dalam berpikir dan menerima materi atau stimulus yang diberikan oleh guru, (2) Intelegensinya dibawah rata-rata, (3) Tidak menunjukan peningkatan prestasi, (4) Lebih cenderung menyendiri, cuek dan pemalu, (5) Jika dihadapkan dengan sebuah pertanyaan atau soal cenderung tidak bisa menjawab atau lambat, (6) Tidur didalam kelas, (6) Tidak aktif, (7) Nyontek pekerjaan teman, (8) Tidak naik kelas.
Prosedur identifikasi dan metode pengajaran yang digunakan untuk murid yang mengalami tuna cakap belajar,memiliki prinsip-prinsip dasar evaluasi yang perlu dipahami para guru.prinsip-prinsip dasar tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tes atau teknik evaluasi lain harus diberikan dalam bahasa unik,dapat dipahami oleh anak.
2. Tidak ada prosedur tunggal yang bisa digunakan untuk menentukan program pendidikan yang layak bagi anak berkesulitan belajar.
3. Evaluasi harus dilakukan oleh tim dari berbagai disilpin,setidak-tidaknya terdiri atas seorang guru atau ahli yang lain yang mengetahui masalah berkesulitan belajar.
Terdapat dua dasar layanan bimbingan yang dapat dikembangkan secara terpadu dengan proses pembelajaran dalam upaya membantu murid tuna cakap belajar. Yaitu :
1. Layanan remediasi
Terfokus kepada upaya menyembuhkan, mengurangi, atau jika mungkin rnenghilangkan kesulitan. Dalam layanan ini murid dibantu untuk mengatasi kekurangan dalam keterampilan perseptual maupun kecakapan dasar berbahasa, sehingga dia dilengkapi dengan keterampilan yang dapat menjadikannya mampu memperoleh kemajuan dalam kondisi pembelajaran normal. Dengan kata lain, remediasi ini mengubah dan memperbaiki keterampilan murid sehingga dia dapat belajar dalam kondisi normal dan tidak perlu menyiapkan kondisi sekolah khusus.
2. Layanan kompensasi
Yaitu mengembangkan komisi pembelajaran khusus luar kondisi yang normal atau baku yang memungkinkan murid memperoleh kemajuan yang memuaskan dalam keadaan kekurangterampilan perseptual dan bahasa.
3. Prevensi
Langkah pertama dalam prevensi adalah mengidentifikasi murid sebelum dia mengalami kesulitan atau ketunacakapan belajar di sekolah.


Abdurrahman Mulyono. 1995. Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta. Depdikbud
Kartadinata,Sunaryo dkk. 1999. Bimbingan di Sekolah Dasar. Bandung: Depdikbud.
Parera. 1990. Morfologi. Jakarta : Gramedia.
http://www.kosmaext2010.com/psikologi-belajar-kesulitan-belajar-dan-cara-mengatasinya.php
http://dokterai.com/2011/11/03/bagaimana-penanganan-gangguan-kesulitan-belajar-pada-anak/
http://ekookdamezs.blogspot.com/2010/03/penanganan-anak-sulit-belajar.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s