PENDIDIKAN. LUAR BIASA (ORTOPEDAGOGIK) Anak – Anak dengan Autisme

Istilah Autisme berasal dari kata “Autos” yang berarti diri sendiri “Isme” yang berarti suatu aliran. Berarti suatu paham yang tertarik hanya pada
dunianya sendiri. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Autisme adalah gejala menutup diri sendiri secara total, dan tidak mau berhubungan lagi dengan dunia luar, merupakan gangguan perkembangan yang komplek, mempengaruhi perilaku, dengan akibat kekurangan kemampuan komunikasi, hubungan sosial dan emosional dengan orang lain dan tidak tergantung dari ras, suku, strata-ekonomi, strata sosial, tingkat pendidikan, geografis tempat tinggal, maupun jenis makanan.
Faktor penyebab gangguan autis belum diketahui dengan pasti sehingga muncul berbagai macam dugaan. Beberapa faktor penyebab autis yang disimpulkan oleh beberapa ahli antara lain: gangguan pada cerebellum, gangguan pada lobus parietalis, faktor genetika, kerusakan syaraf, kromosom x-rapuh (fragile x chromosome), vaksinasi masa kanak-kanak (teori yang kontraversial), dan teori baru.
Cara mengendalikan autisme dapat dilakukan dengan, pertama mendeteksi dini usia autisme dan yang kedua dengan mengenali autisme.
Karakteristik fisik dari anak-anak dengan autisme sama dengan orang normal. Mereka terlihat normal dan memiliki segala sesuatu dalam tubuh mereka bahwa seorang anak akan normal. Namun, mereka tidak menunjukkan pola perilaku yang sama fisik. Dan anak autistik mempunyai masalah/gangguan dalam bidang komunikasi, interaksi sosial, gangguan sensoris, pola bermain, perilaku, emosi.
Autisme dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian berdasarkan gejalanya yaitu : autisme ringan, autisme sedang, dan autisme berat. Klasifikasi Autisme berdasarkan perbedaan masing-masing anak, maka autisme dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu autisme persepsi, utisme reaksi, dan autisme yang timbul kemudian.
Strategi pembelajaran yang telah ditemukan dan efektif bagi anak-anak dengan autisme. Salah satunya adalah Primming, Discrete Trial Training, dan Prompting. Selain itu penanganan untuk anak autis dapat pula dilakukan dengan memodifikasi perilaku, dengan menerapkan modifikasi perilaku untuk mengendalikan dan membimbing anak yang mengalami gangguan autis. Untuk menangani anak yang mengalami autisme, dapat juga dilakukan dengan cara terapi misalnya; komunikasi dan persoalan-persolan perilaku. Treatment yang komprehensif umumnya meliputi; Terapi Wicara (Speech Therapy), Okupasi Terapi (Occupational Therapy) dan Applied Behavior Analisis (ABA) untuk mengubah serta memodifikasi perilaku. Selain itu, terdapat pula pendekatan terapi lainnya bagi anak autisme, yaitu: Terapi dengan Pendekatan Psikodinamis, Terapi dengan Intervensi Behavioral, dan Intervensi Biologis.
• E. Koeswara. 1991. Teori-Teori Kepribadian. Bandung: PT Eresco Grandin,
• Knoers dan Siti Rahayu Haditono. 1998. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
• Joko Yuwono. 2009. Memahami Anak Autistik (Kajian Teoritik dan Empirik). Bandung: Alfabeta, CV.
• Pamuji. 2007. Model Terapi Terpadu Bagi Anak Autisme. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
• Sujarwo, Djadja Raharja. 2010. Pengantar Pendidikan Luar Biasa (Orthopedagogik). UD.MAPAN.
http://josephadrian.wordpress.com/2008/08/20/autisme/
http://www.duniapsikologi.com/autisme-pengertian-dan-definisinya/
http://www.autis.info/index.php/artikel-makalah/makalah/151-penanganan-masalah-belajar-anak-autisme-melalui-pendidikan-integrasi
http://joys-inspiration.blogspot.com/2011/02/faktor-faktor-penyebab-autis.html
http://pratamadedi.blogspot.com/2010/03/klasifikasi-autis.html
http://puterakembara.org/archives3/00000029.shtml
http://itohpsi.wordpress.com/2011/11/26/penyebab-autis/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s